Selamat Datang di Blog INKADO Majene...

Practicing for the championship, and compete for Champion...!

Selamat Datang di Blog INKADO Majene...

Practicing for the championship, and compete for Champion...!

Selamat Datang di Blog INKADO Majene...

Practicing for the championship, and compete for Champion...!

Selamat Datang di Blog INKADO Majene...

Practicing for the championship, and compete for Champion...!

Selamat Datang di Blog INKADO Majene...

Practicing for the championship, and compete for Champion...!

Selamat Datang di Blog INKADO Majene...

Practicing for the championship, and compete for Champion...!

Selamat Datang di Blog INKADO Majene...

Practicing for the championship, and compete for Champion...!

Selamat Datang di Blog INKADO Majene...

Practicing for the championship, and compete for Champion...!

Selamat Datang di Blog INKADO Majene...

Practicing for the championship, and compete for Champion...!

Selamat Datang di Blog INKADO Majene...

Practicing for the championship, and compete for Champion...!

Selamat Datang di Blog INKADO Majene...

Practicing for the championship, and compete for Champion...!

Selamat Datang di Blog INKADO Majene...

Practicing for the championship, and compete for Champion...!

Selamat Datang di Blog INKADO Majene...

Practicing for the championship, and compete for Champion...!

Selamat Datang di Blog INKADO Majene...

Practicing for the championship, and compete for Champion...!

Selamat Datang di Blog INKADO Majene...

Practicing for the championship, and compete for Champion...!

Selamat Datang di Blog INKADO Majene...

Practicing for the championship, and compete for Champion...!

Rabu, 06 Juli 2011

KUMITE

Kumite (组 手) berarti perdebatan, dan merupakan salah satu dari tiga bagian utama dari pelatihan karate, bersama dengan kata dan kihon. Kumite adalah bagian dari karate di mana Anda melatih melawan musuh, dengan menggunakan teknik-teknik belajar dari kihon dan kata.

Kumite dapat digunakan untuk mengembangkan teknik atau keterampilan tertentu (misalnya efektif menilai dan menyesuaikan jarak dari lawan Anda) atau dapat dilakukan dalam persaingan.

Gohon Kumite dan Jiyu Kumite
 
Karena kata "kumite" mengacu pada bentuk perdebatan, mencakup berbagai macam kegiatan. Dalam karate Shotokan tradisional, jenis pertama kumite untuk pemula adalah kumite gohon. Bek mundur setiap kali, menghalangi serangan dan melakukan serangan balasan setelah blok terakhir. Kegiatan ini tidak terlihat seperti Jiyu kumite (atau "perdebatan bebas") dipraktekkan oleh praktisi yang lebih maju, yang jauh lebih dekat bagaimana karate akan terlihat jika digunakan dalam pertarungan nyata, terutama karena tidak koreografer. Karate dan bentuk-bentuk seni bela diri memiliki berbagai jenis lainnya kumite (misalnya 3-langkah, 1-langkah, semi-bebas, dll) yang rentang ini dalam berbagai macam gaya praktek.
 

Jenis Kumite
  1. Ippon kumite, satu langkah perdebatan, biasanya digunakan untuk latihan bela diri
  2. Sanbon kumite, tiga perdebatan langkah, biasanya digunakan untuk mengembangkan kecepatan, kekuatan, dan teknik
  3. Kiso kumite, perdebatan terstruktur diambil dari sebuah kata
  4. Jiyu kumite, perdebatan gratis

KATA DASAR

HEIAN SHODAN

Heian berarti “Pikiran Penuh Kedamaian”. Kata ini adalah kata pertama dari lima Kata tingkat dasar, yang diciptakan oleh Yasutsune Itosu (salah satu guru Gichin Funakoshi). Meskipun tidak diketahui bagaimana Kata Heian ini diciptakan, tetapi banyak yang berpendapat bahwa Heian merupakan bagian dari Kata yang lebih tinggi tingkatannya yaitu Kata Kanku-Dai. 

Itosu menciptakan Kata Heian untuk memperkenalkan Karate kedalam kurikulum sekolah untuk menghilangkan kesan tehnik yang berbahaya yang terdapat pada kata lanjutan. Heian Kata merupakan Kata Shorin, yang memperlihatkan kekuatan dan fleksibelitas gerakan.

Hal Penting :
Sikap kedepan dan Pukulan gerak maju. Memiliki 21 gerakan dengan waktu aplikasi 40 detik.



HEIAN NIDAN

Heian Nidan berarti seri Heian yang kedua. Aslinya Kata ini merupakan Kata yang pertama, tetapi Gichin Funakoshi merubahnya, karena Kata ini lebih sulit untuk dipelajari maupun mengajarinya. Kata ini berhubungan dengan Kata Bassai-Dai.
 
Hal Penting :
Sikap balik kebelakang,tendangan menyamping,membalikan posisi pinggang/pinggul dan kombinasi tehnik. Memiliki 26 gerakan dengan waktu aplikasi 40 detik. 



HEIAN SANDAN

Heian Sandan berarti Heian yang ketiga dari seri Kata Heian. Kata ini berhubungan dengan Kata Jitte.

Hal Penting :
Sikap kesamping dan tangkisan atas (atas bahu/kepala). Memilki 20 gerakan dengan waktu aplikasi 40 detik. 



HEIAN YONDAN
Heian Yondan berarti Heian keempat dari seri Kata Heian. Kata ini berhubungan dengan Kata Kanku-Dai.

Hal Penting :
Pengembangan/kontraksi, tangkisan dan tehnik penyelesaian. Memiliki 27 gerakan dengan waktu aplikasi 50 detik. 



HEIAN GODAN

Heian Godan berarti Kata Heian kelima dari Seri Kata Heian. Kata ini berhubungan dengan Kata Gankaku.
 
Hal Penting :
Fleksibilitas dan Keseimbangan. Memiliki 23 gerakan dengan waktu aplikasi 50 detik. 



(sumber : http://inkanasmojokerto.blogspot.com)

Selasa, 05 Juli 2011

KARATE DI INDONESIA

Olahraga bela diri Karate masuk di Indonesia dibawa oleh Mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang kembali ke tanah air, setelah menyelesaikan pendidikannya di Jepang. Tahun 1963 beberapa Mahasiswa Indonesia antara lain: Baud AD Adikusumo, Karianto Djojonegoro, Mochtar Ruskan dan Ottoman Noh mendirikan Dojo di Jakarta. Merekalah yang mula-mula memperkenalkan karate (aliran Shoto-kan) di Indonesia, dan selanjutnya mereka membentuk wadah yang mereka namakan Persatuan Olahraga Karate Indonesia (PORKI) yang diresmikan tanggal 10 Maret 1964 di Jakarta.

Beberapa tahun kemudian berdatangan ex Mahasiswa Indonesia dari Jepang seperti Setyo Haryono (pendiri Gojukai), Anton Lesiangi, Sabeth Muchsin dan Chairul Taman yang turut mengembangkan karate di tanah air. Disamping ex Mahasiswa-mahasiswa tersebut di atas orang-orang Jepang yang datang ke Indonesia dalam rangka usaha telah pula ikut memberikan warna bagi perkembangan karate di Indonesia. Mereka-mereka ini antara lain: Matsusaki (Kushinryu-1966), Ishi (Gojuryu-1969), Hayashi (Shitoryu-1971) dan Oyama (Kyokushinkai-1967)

Karate ternyata memperoleh banyak penggemar, yang implementasinya terlihat muncul dari berbagai macam organisasi (Pengurus) karate, dengan berbagai aliran seperti yang dianut oleh masing-masing pendiri perguruan. Banyaknya perguruan karate dengan berbagai aliran menyebabkan terjadinya ketidak cocokan diantara para tokoh tersebut, sehingga menimbulkan perpecahan di dalam tubuh PORKI. Namun akhirnya dengan adanya kesepakatan dari para tokoh-tokoh karate untuk kembali bersatu dalam upaya mengembangkan karate di tanah air sehingga pada tahun 1972 hasil Kongres ke IV PORKI, terbentuklah satu wadah organisasi karate yang diberi nama Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI).

Sejak FORKI berdiri sampai dengan saat ini kepengurusan di tingkat Pusat yang dikenal dengan nama Pengurus Besar (PB). telah dipimpin oleh tujuh orang Ketua Umum dan periodisasi kepengurusannyapun mengalama tiga kali perobahan masa periodisasi yaitu ; periode lima tahun (ditetapkan pada Kongres tahun 1972 untuk kepengurusan periode tahun 1972 – 1977) periodisasi tiga tahun (ditetapkan pada kongres tahun 1997 untuk kepengurusan periode tahun 1997 - 1980) dan periodisasi empat tahun ( Berlaku sejak kongres tahun 1980 sampai sekarang).



(sumber : http://www.pbforki.org)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites